Pengertian Teori
Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. Labovitz dan Hagedorn mendefinisikan teori sebagai ide pemikiran “pemikiran teoritis” yang mereka definisikan sebagai “menentukan” bagaimana dan mengapa variable-variabel dan pernyataan hubungan dapat saling berhubungan.
Kata teori memiliki arti yang berbeda-beda pada bidang-bidang pengetahuan yang berbeda pula tergantung pada metodologi dan konteks diskusi. Secara umum, teori merupakan analisis hubungan antara fakta yang satu dengan fakta yang lain pada sekumpulan fakta-fakta . Selain itu, berbeda dengan teorema, pernyataan teori umumnya hanya diterima secara "sementara" dan bukan merupakan pernyataan akhir yang konklusif. Hal ini mengindikasikan bahwa teori berasal dari penarikan kesimpulan yang memiliki potensi kesalahan, berbeda dengan penarikan kesimpulan pada pembuktian matematika.
Pembentukan Sebuah Teori
Dasar pembentukan sebuah teori haruslah memliki sebab musabab mengapa teori itu diciptakan (Whardani, 2013), sehingga tidak dengan mudahnya seseorang dapat membuat satu teori baru. Dalam sebuah teori terdapat pula sebuah proposisi, Proposisi merupakan suatu pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya. Penekanan pada proposi yang dapat diuji (testable) dan pembentukan hipotesis yang dapat dibuktikan salah (falsifiable), secara langsung diterapkan pada upaya penciptaan teori dalam ilmu sosial tanpa didasari timbulnya masalah serius (burchill, 2009:1). Sehingga proposisi merupakan sesuatu hal yang sangat esensial dalam sebuah teori (Dugis, 2013).
Sejarah perkembangan teori – teori Hubungan Internasional dimulai ketika dunia disibukkan dengan konflik dunia, dimana banyak terjadi peperangan antar negara - negara eropa barat dalam perluasan wilayah kolonial mereka. Pada 1914 tradisi liberalisme mulai mendominasi pola pemikiran para penstudi Hubungan Internasional dalam membimbing mereka untuk mencari jalan keluar dari konlik dunia. Kemudian sekitar tahun 1930 tradisi realisme mulai muncul menggantikan posisi tradisi liberalisme sebagai prespektif yang lebih dominan digunakan penstudi Hubungan Internasional pada saat itu yang masih dalam permasalahan yang sama seperti konflik dan perdamaian dunia. Memang sampai saat ini sendiri dalam berbagai teori/prespektif Hubungan Internasional masih sedang berkembang.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan teori memiliki arti yang berbeda-beda pada bidang-bidang pengetahuan yang berbeda pula tergantung pada metodologi dan konteks diskusi. hal yang sangat esensial dan erat kaitannya dengan teori adalah proposisi ( Dugis, 2013). Proposisi merupakan sebuah pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya. Bab toei ini adalah bab yang sangat utama yang harus dikuasai oleh setiap penstudi Hubungan Internasional, hal ini beralasan bahawa dengan para penstudi Hubungan Internasional paham mengenai berbagai teori/ prespektif dalam Hubungan Internasional akan memudahkan mereka dalam pencarian solusi dan kejelasan mengenai setiap fenomena yang terjadi dalam hubungan internsional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar